MIU Login

Dosen Teknik Mesin UIN Malang Bekali Siswa MA Nurul Ulum Malang Tentang Cara Memanfaatkan Limbah

Sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat, Tim Dosen Prodi Teknik Mesin UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar pelatihan praktis penjernihan minyak goreng bekas (jelantah) bagi siswa-siswi MA Nurul Ulum, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (04 Mei 2026).
Kegiatan praktis penjernihan minyak jelantah yang berlangsung interaktif ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memberikan keterampilan kewirausahaan berbasis sains sederhana.
Bahan-bahan yang digunakan ini bukan sekedar limbah, tapi punya kemampuan hebat, dalam praktik yang dilakukan di hadapan siswa MA Nurul Ulum, tim dosen mendemonstrasikan proses penyaringannya. Arang aktif, bekerja seperti magnet yang menyerap warna hitam dan zat kimia berbahaya di dalam minyak. Ampas kopi, sangat ampuh untuk mengikat bau tengik, sehingga tidak lagi beraroma tajam. “Kami ingin menunjukkan bahwa sains itu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Limbah minyak jelantah yang biasanya dibuang dan mencemari lingkungan, sebenarnya bisa dimurnikan kembali untuk penggunaan non-pangan atau bahkan bahan baku sabun atau lilin,” ujar Pak Dhanang perwakilan tim dosen UIN Maliki di sela-sela kegiatan.
Kepala sekolah MA Nurul Ulum Sukun, Ahmad Musthofa Zamzami, M.Pd. menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, ilmu dari Bapak dan Ibu dosen Prodi Teknik Mesin UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini membuka wawasan siawa bahwa limbah dapur bisa di kelola kembali menjadi sesuatu yang bernilai.
Selain praktik teknis, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang bagi kesehatan, seperti risiko penyakit degeneratif dan kanker. Oleh karena itu, penjernihan ini diarahkan untuk tujuan pemanfaatan kembali yang aman atau sebagai langkah awal pengolahan biodiesel.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan penyerahan alat “Starter Kit Penjernihan Minyak” kepada pihak sekolah. Dengan adanya sosialisasi ini, Tim Dosen Prodi Teknik Mesin UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sekolah-sekolah di Malang dapat menjadi pelopor gerakan Zero Waste dari lingkungan terkecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait